Wow sudah sangat amat lama sekali Saya tidak membuat ketikan dan mengisi blog Saya sendiri mungkin kalau diibaratkan dengan cucian yang direndam, cuciannya itu sudah ditumbuhi jamur setinggi 3-5 cm (based on true story) yang siap diolah menjadi makanan yang akan semakin mendekatkan kita dengan sang pencipta (racun), haha, ini tidak mengada-ada lho, teman Saya sendiri yang di Jogja mengalaminya. Mungkin di kesempatan yang berbahagia ini terlalu sayang untuk disia-siakan dengan menceritakan media baru budidaya jamur racun, Saya hanya ingin menengok lagi blog Saya dan berikrar untuk lebih rajin menulis dan berbagi informasi dari yang sangat tidak penting sampai yang tidak penting tetapi mudah-mudahan dari info-info yang dianggap tidak penting itu bisa menjadi penambah wawasan kita dan rasa keingintahuan kita, bukankan semua langkah-langkah besar berawal dari langkah-langkah kecil?. Akhir kata Saya ucapkan terima kasih, semoga bermanfaat.
wah susah juga ya menulis dengan EYD itu juga yg gw ketik di atas belum tentu bener semua, pantes aja pelajaran bahasa Indonesia gk abis" dipelajarin dari jaman TK sampe kuliah ternyata berbahasa itu tidak semudah yang kita bayangkan dan emang susah, gw juga sebenernya lebih suka itung-itungan daripada bahasa, yaa walaupun itung-itungan gw juga parah tapi seengganknya (harusnya setidaknya) ada yang gw minatin dikit (itu juga dikit). Akan tetapi kecintaan berbangsa itu bisa berawal dari kecintaan berbahasanya juga lho, ada baiknya dan sudah seharusnya kita menghargai bahasa kita sendiri dan mencintainya, kasihan para sesepuh leluhur yang udah capek-capek nyusun huruf biar bisa kita gunain sekarang buat berkomunikasi dengan benar. Dan tulisan-tulisan gw di paragraf ke-2 ini adalah contoh yang salah dari berbahasa, haha, tapi gk apa", seenggaknya gw udah mencoba dan sedikit menyadarkan kalian para pembaca tentang berbahasa yang benar, atau malah menakut-nakuti kalo berbahasa yg benar itu ribet dan susah, emang bener sih tapi biar kita waspada aj, tergantung situasi kondisi toleransi pandangan dan jangkauan aja, mungkin kalo kita menyusun skripsi atau proposal atau apapun yang bersifat formal kita harus berbahasa dengan benar tapi klo kita ngomong sama temen satu tongkrongan satu wc mah santai aje biar gk kaku ntar dikira keluarga kesultanan atau abdi dalem keraton lagi. Dan satu hal lagi sebelum gw akhiri, mungkin di blog ini bakalan lebih banyak bahasa yg nyantai aj ya, soalnya kalian udh gw anggap teman, haha. Selamat membaca, doakan gw rajin ya!
skip to main |
skip to sidebar
bukan omong kosong yang mungkin sedikit informatif
Selasa, 18 Oktober 2011
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog Archive
Followers
Indonesia Raya
Pelaku Utama
- Anugrah Pradana
- bukan pecinta sayuran, (mungkin) seorang geologist, sanguinis sejati


0 komentar:
Posting Komentar